120 juta masyarakat Indonesia belum tersentuh oleh bank. Sebagian besar dari mereka hidup di pedesaan dan mereka tidak memiliki akun ataupun akses yang cukup ke bank. Itulah sebabnya banyak dari mereka seringkali kesulitan dalam hal pembiayaan dan terlibat meminjam uang dari lintah darat.

Selama bertahun-tahun masyarakat pedesaan akhirnya menggantungkan diri pada institusi seperti koperasi, credit unions dan BMT (Baitul Maal wat Tamwil). Selama bertahun-tahun institusi-institusi inilah yang membantu mereka untuk mendapatkan solusi dalam tabungan dan pinjaman.

Dibangun oleh komunitas dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai agama, BMT misalnya terus berkembang pesat karena institusi ini tidak hanya mementingkan aspek komersial tetapi juga membantu meningkatkan keimanan dan hubungan sosial masyarakat.

Sayangnya selain modal, BMT juga mengalami banyak hambatan. Akses yang sulit dijangkau oleh anggota BMT yang tinggal di pelosok mengurangi interaksi BMT dengan anggotanya. Selain itu BMT juga memiliki layanan dan benefit yang terbatas, padahal peran mereka sudah seperti bank di komunitas pedesaan.

Adanya Mobisaria membantu BMT sehingga mereka bisa semakin meningkatkan layanan ke anggota dengan lebih banyak. Salah satunya adalah dengan menyediakan platform yang dapat mengintegrasikan layanan dan benefit dari berbagai BMT ke dalam satu platform melalui “one click digital solution” yakni aplikasi mobile.

Sesuai namanya yang berasal dari kata “mobile” dan “syariah”, mobisaria merupakan aplikasi mobile dengan basis keuangan syariah. Dengan mobisaria, komunitas pedesaan seperti petani, nelayan, UKM, sekolah, rumah tangga dan warung-warung bisa memilki akses ke sistem keuangan digital berstandar syariah.

Adanya Mobisaria diharapkan bisa menjadi jembatan antara komunitas pengusaha kecil dan mikro dengan lingkungan bisnis modern. Dengan demikian setiap orang akan memiliki pilihan yang semakin banyak dalam menikmati layanan keuangan untuk masa depan yang lebih baik.

Mobisaria menjalankan dua misi yakni misi teknologi, yakni menciptakan teknologi yang user friendly dan dapat dimanfaatkan oleh usaha kecil menengah serta mikro. Kedua adalah misi community development, dimana Mobisari menjadi gerakan digitalisasi pedesaan dimana masyarakat desa semakin melek digital dan bisa memanfaatkan digital teknologi untuk meningkatkan ekonomi keluarga.